1. Spesifikasi ukuran
Diameter nominal: Diameter nominal mur heksagonal mengacu pada diameter utama ulir, biasanya dinyatakan dalam milimeter (mm). Diameter nominal yang umum meliputi M4, M5, M6, M8, M10, M12, M14, M16, M18, M20, M22, M24, M27, M30, M36, dst. Diameter nominal yang berbeda cocok untuk kebutuhan sambungan yang berbeda.
Pitch: Pitch mengacu pada jarak aksial antara dua titik yang sesuai dengan garis tengah diameter dua gigi ulir yang berdekatan. Pitch mur heksagonal biasanya sesuai dengan pitch baut. Pitch yang umum meliputi 0.5mm, 0.7mm, 0.8mm, 1mm, 1.25mm, 1.5mm, 1.75mm, 2mm, 2.5mm, 3mm, dst.
Lebar bidang datar dan ketebalan: Lebar bidang datar mur heksagonal mengacu pada jarak antara dua sisi sejajar segi enam, dan ketebalan mengacu pada tinggi mur. Mur heksagonal dengan diameter nominal yang berbeda memiliki standar yang sesuai untuk lebar bidang datar dan ketebalan. Misalnya, lebar bidang datar mur heksagonal M6 adalah 10 mm dan ketebalannya 5 mm.
2. Tingkat kekuatan
Tingkat kekuatan umum: Tingkat kekuatan mur heksagonal biasanya dinyatakan dalam angka, seperti 4, 5, 6, 8, 10, 12, dst. Angka-angka ini menunjukkan kekuatan tarik minimum mur dalam megapascal (MPa). Misalnya, mur heksagonal dengan tingkat kekuatan 8 memiliki kekuatan tarik minimum 800MPa.
Penerapan berbagai tingkat kekuatan: Mur heksagonal dengan berbagai tingkat kekuatan cocok untuk berbagai situasi penyambungan. Secara umum, mur dengan tingkat kekuatan yang lebih rendah cocok untuk kebutuhan penyambungan umum, sedangkan mur dengan tingkat kekuatan yang lebih tinggi cocok untuk situasi dengan persyaratan kekuatan penyambungan yang lebih tinggi, seperti peralatan mekanis, struktur bangunan, dll. Saat memilih tingkat kekuatan mur heksagonal, hal itu harus ditentukan menurut kondisi tegangan sambungan dan lingkungan penggunaan.
3. Tipe standar
Standar nasional: Di Tiongkok, standar nasional untuk mur heksagonal terutama adalah GB/T 6170, GB/T 6172, GB/T 6175, dll. Standar-standar ini menentukan ukuran, persyaratan teknis, metode pemeriksaan, dll. dari mur heksagonal.
Standar internasional: Standar mur heksagonal internasional yang umum meliputi ISO, DIN, ANSI, dll. Misalnya, ISO 4032 adalah standar mur heksagonal yang ditetapkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi, DIN 934 adalah standar Jerman, dan ANSI B18.2.2 adalah standar nasional Amerika. Standar-standar ini mungkin berbeda dalam hal ukuran, tingkat kekuatan, dll.
4. Spesifikasi lainnya
Pelapisan permukaan: Ada banyak cara untuk melapisi permukaan mur heksagonal, seperti galvanisasi, pelapisan krom, penghitaman, fosfatisasi, dll. Berbagai metode pelapisan permukaan dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi, estetika, dan ketahanan terhadap keausan mur. Saat memilih mur heksagonal, Anda dapat memilih metode pelapisan permukaan yang tepat sesuai dengan lingkungan penggunaan dan persyaratan.
Tingkat presisi: Tingkat presisi mur heksagonal biasanya dibagi menjadi tiga tingkat: A, B, dan C. Semakin tinggi tingkat akurasi, semakin tinggi pula akurasi dimensi dan akurasi ulir mur. Dalam beberapa situasi di mana akurasi sambungan harus tinggi, mur heksagonal dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi perlu dipilih.
Spesifikasi mur heksagonal meliputi spesifikasi ukuran, tingkat kekuatan, tipe standar, dan spesifikasi lainnya. Saat memilih dan menggunakan mur heksagonal, perlu untuk memilih produk yang memenuhi standar sesuai dengan persyaratan sambungan dan lingkungan penggunaan tertentu untuk memastikan keandalan dan keamanan sambungan.
Jika Anda ingin mengetahui spesifikasi mur heksagonal, Anda dapat mengikuti www.xgf-hardwares.com!
